Airnya bisa berjalan!

Ya, kali ini Sainers Cilik akan melakukan eksperimen tentang air yang bisa berjalan. Bagaimana bisa air dapat berjalan? Apa air punya kaki untuk berjalan? Atau air punya perut seperti ular agar bisa berjalan? Penasaran kan? Yuk Kita Coba.

Alat dan bahan yg digunakan
1. Gelas plastik 7buah
2. Pewarna makanan denggan warna. dasar (biru,merah,kuning)
3. Sendok
4. Tisu makan
5. Air

IMG-20160904-WA0007

Prosedur percobaan
1.Siapkan 7 buah gelas plastik kosong , jejerkan
2.Isilah beberapa gelas dgn air dan pewarna makanan dengan rincian :
– Gelas 1 isi dengan air dan diberi pewarna merah
– Gelas 2 dibiarkan kosong
– Gelas 3 isi dengan air dan pewarna kuning
– Gelas 4 dibiarkan kosong
– Gelas 5 isi dengan air dan pewarna biru
– Gelas 6 dibiarkan kosong
– Gelas 7 isi dengan air dan pewarna merah
IMG-20160904-WA0006

3.Ambil 6 buah tisu makan dan lipat 3
4.Susun tisu seperti pada gambar
5.Amati perubahan pada tisu dan air pada gelas
IMG-20160904-WA0005

Lalu apa yang terjadi, 10 menit pertama airnya seolah berjalan karena tisunya berubah warna.
IMG-20160904-WA0004

Hasil percobaan 8 jam kemudian, gelas yang kosong yaitu gelas 2 mulai terisi air, dan warna airnya merupakan kombinasi warna dari gelas 1 dan gelas 3. Gelas kosong 4 juga mulai terisi air yang merupakan kombinasi warna antara gelas 3 dan gelas 5. Sedangkan gelas kosong 6 yang juga mulai terisi air merupakan kombinasi warna antara gelas 5 dan gelas 7.
IMG-20160904-WA0003

Kesimpulannya..
Airnya betul-betul berjalan. Namun, berjalannya air tidak menggunakan kaki seperti manusia ataupun perut seperti ular. Air berjalan karena adanya peristiwa kapilaritas air.

Kapilaritas adalah fenomena naik atau turunnya permukaan zat cair dalam suatu pipa kapiler (pipa dengan luas penampang yang sempit). Dalam percobaan ini, pipa kapiler yang dimaksud adalah tisu makan. Air berwarna naik dan turun dalam tisu makan.

Dari percobaan di atas dapat dilihat bahwasanya berjalannya air (baca : proses kapilaritas) akan membentuk suatu warna baru karena tercampurnya warna-warna dasar.
Dari pencampuran warna biru dan merah akan menghasilkan warna orange.

IMG-20160904-WA0002
Dari pencampuran warna kuning dan biru menghasilkan warna hijau.

IMG-20160904-WA0001

Dari pencampuran warna biru dan merah menghasilkan warna ungu.
IMG-20160904-WA0000

Dari sini, Sainers cilik juga belajar tentang konsep pengenalan dan pencampuran warna. Dari pencampuran 2 warna dasar akan membentuk warna lain.
Subhanallah, betapa besarnya nikmat Air. Karena dengan adanya kapilaritas air ini, dahulu nenek dan kakek kita bisa memasak menggunakan kompor minyak. Minyak yang merupakan zat cair juga naik melalui sumbu kompor. Sehingga kompor dapat menyala. Dengan adanya kapilaritas air ini, tumbuhan bisa hidup. Akar menyerap air sampai ke batang, juga daun agar bisa melakukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen untuk kita semua.

Walking water
Sharing is Caring
Tagged on:                 

One thought on “Walking water

  • September 19, 2016 at 9:10 pm
    Permalink

    tes

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *